Donat merupakan salah satu makanan penutup yang paling mendunia. Terbuat dari adonan berbasis tepung yang difermentasi dan digoreng, donat memiliki banyak variasi di berbagai belahan dunia. Meskipun bentuk, isian, dan topping-nya berbeda-beda, karakter dasarnya tetap sama: empuk di dalam, renyah di luar, dan menggoda selera. Berikut ini adalah 10 jenis donat dari berbagai negara yang wajib dicoba oleh para pecinta kuliner sejati.
Berliner (Jerman)
Berliner adalah donat khas Jerman yang tidak memiliki lubang di tengah. Donat ini biasanya diisi dengan selai buah seperti stroberi atau aprikot, dan bagian luarnya ditaburi gula halus. Berliner memiliki tekstur yang lembut dan ringan, cocok dinikmati saat sarapan atau teman minum kopi.
Oliebollen (Belanda)
Oliebollen sering disebut sebagai donat tahun baru di Belanda. Bentuknya bulat tidak beraturan dan biasanya berisi kismis atau potongan apel. Donat ini digoreng hingga kecokelatan lalu ditaburi gula bubuk. Oliebollen disukai karena rasanya yang sedikit asam manis dari isian buah kering.
Bomboloni (Italia)
Donat asal Italia ini dikenal dengan teksturnya yang empuk dan isian yang melimpah. Biasanya diisi dengan krim vanila, cokelat, atau selai buah, bomboloni tidak memiliki lubang di tengah. Taburan gula di bagian luar menambah kesan klasik dan manis yang sempurna.
Malasada (Portugal)
Malasada merupakan donat dari Portugal yang kemudian populer di Hawaii. Tidak seperti donat Amerika, malasada tidak memiliki lubang dan biasanya tidak diisi. Donat ini digoreng hingga keemasan dan ditaburi gula pasir, menghasilkan perpaduan tekstur yang garing dan lembut.
Churro Donut (Spanyol-Meksiko)
Churro dalam bentuk donat merupakan inovasi dari jajanan khas Spanyol. Dibuat dari adonan serupa dengan pâte à choux, churro donut berbentuk lingkaran dan digoreng, lalu dilapisi kayu manis dan gula. Sering disajikan dengan saus cokelat, cocok untuk penggemar rasa manis yang intens.
Faschingskrapfen (Austria)
Mirip dengan Berliner, Faschingskrapfen adalah donat Austria yang juga diisi selai dan ditaburi gula halus. Donat ini biasa disajikan saat perayaan Karnaval (Fasching), dan dikenal memiliki adonan yang ringan dan mengembang sempurna.
Picarones (Peru)
Berbeda dari donat klasik, Picarones menggunakan campuran labu dan ubi dalam adonannya. Rasanya sedikit gurih dan manis, dengan aroma khas. Disajikan dengan sirup gula merah atau sirup tebu, Picarones merupakan jajanan khas Peru yang populer di pasar malam dan festival.
Paczki (Polandia)
Paczki adalah donat isi khas Polandia yang kaya rasa. Adonannya lebih padat dan manis dibanding donat biasa. Diisi dengan selai buah atau custard, dan dilapisi gula halus atau icing. Paczki populer menjelang masa Prapaskah dan menjadi camilan yang dinantikan.
An Doughnut (Jepang)
Donat Jepang ini diisi dengan anko, yaitu pasta kacang merah manis. Teksturnya empuk dengan rasa yang ringan, menjadikannya pilihan ideal bagi pencinta makanan manis khas Asia. An Doughnut sering dijual di toko roti Jepang sebagai camilan sehari-hari.
Balushahi (India)
Balushahi memiliki tekstur luar yang renyah dan bagian dalam yang sedikit berserat. Meski berbentuk seperti donat, Balushahi direndam dalam sirup gula setelah digoreng, memberikan rasa manis yang pekat. Biasanya disajikan dalam perayaan atau upacara keagamaan.
Setiap jenis donat di atas memperlihatkan betapa luasnya interpretasi makanan ini di berbagai budaya. Meskipun bahan dasar dan teknik pembuatannya serupa, cita rasa dan penyajiannya sangat beragam, menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda. Jadi, bagi para pecinta donat, menjelajahi variasi donat dari seluruh dunia adalah petualangan rasa yang tidak boleh dilewatkan.
www.idekuliner.com
#IdeKuliner #Kuliner #KulinerIndonesia #KulinerNusantara #KulinerSehat #TipsdanTrik #MakananIndonesia #makanantradisional #makanandaerah #ResepMasakan #MakananEnak #WisataKuliner #Foodie #Culinary #FoodBlogger #MasakanSehariHari #FoodLover #StreetFood #tipskuliner #kulinerasliindonesia #kulinerkhasindonesia

